Langsung ke konten utama

Moderasi Beragama


Moderasi Beragama Dalam Pandangan Islam

Moderasi beragama merupakan bagian dari deradikalisasi yang menjauhkan umat dari Islam, dengan menempelkan umat pada Islam moderat akan mengaburkan pemahaman umat tentang Islam yang utuh sehingga terjadi sekularisasi ajaran Islam. Pengaruh sistem sekuler juga sangat merusak umat yang mantranya menjadikan cara berpikir umat semakin merosot dan melahirkan manusia-manusia yang berani menafsirkan sendiri ayat-ayat Allah. Sesuai dengan hawa nafsunya.

Dalam Islam, makna toleransi bisa dimaknai dengan merujuk surah Al  Kaafirun: “Lakum diinukum waliyadiin” (Untukmu agamamu, dan untukku agamaku). Memberikan kebebasan kepada siapapun dalam beragama. Pluralitas dalam Islam merupakan Sunatullah, namun tidak sampai mengantarkan pada sekuleritas (moderat dalam beragama). Justru dengan Pluralitas yang Allah ciptakan, maka manusia butuh aturan yang mampu menyatukan.

Pertanyaanya apakah aturan tersebut berasal dari manusia atau dari Allah? Islam adalah agama yang lengkap, termasuk penjelasan yang menyebut sebuah istilah bahwa istilah tidak boleh dibuat sembarangan. Allah berfirman dlm Al Baqarah: 104 “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) raa’ina tetapi katakanlah unzhurna dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih”.

Raa’ina berarti Sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Dikala para sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah orang Yahudi pun menggunakan kata ini dengan di gumam seakan-akan menyebut raa’ina padahal yang mereka katakan adalah ru’uunah yang berarti kebodohan yang sangat. Sebagai ejekan kepada Rasulullah. Itulah sebabnya Allah menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar perkataan raa’ina menjadi unzhurna yang juga sama artinya dengan raa’ina.

Dalil-dalil dalam Alquran, yang memerintahkan seorang mukmin untuk mengambil islam secara kafah: Surah Al Baqarah [2] : 208 “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”.

Surat Al Imran [3] : 31 Katakanlah (Muhammad). “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha pengampun, Maha Penyayang.

Surah Al Ahzab [33] : 36 “Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenalan Sama Covid-19

Tips Mengelola Keuangan Hasil Penjualan Disaat New Normal

Kenali Gejala Covid-19